Stanford University Nobatkan Dosen UIKA Bogor Sebagai Salah Satu Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

13 Oktober 2025 • Oleh Universitas Ibn Khaldun Bogor

Bogor — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, dinobatkan sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia tahun 2025 oleh Stanford University bekerja sama dengan penerbit ilmiah terkemuka Elsevier.

 

Pengakuan ini diumumkan pada 5 September 2025, melalui publikasi daftar Top 2% Scientists in the World 2025 — daftar bergengsi yang menampilkan para peneliti dengan dampak akademik terbesar berdasarkan data publikasi, sitasi, dan pengaruh ilmiah global.

 

Dalam laporan tersebut, Prof. Ali Fulazzaky tercatat dalam dua kategori sekaligus, yakni Author Career (rekam jejak publikasi sepanjang karier) dan Author Single Year (kontribusi publikasi dalam satu tahun terakhir). Pencapaian ganda ini menegaskan konsistensinya sebagai peneliti aktif yang berkontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu rekayasa dan pengelolaan lingkungan (Environmental Engineering).

 

Prof. Ali menempati peringkat global ke-88.173 di bidang utama Engineering dengan sub-bidang Environmental Sciences. Secara lebih spesifik, ia berada di posisi ke-2050 dari 130.223 ilmuwan di seluruh dunia, dengan H-index 26 Scopus dan Hm-index 5 — indikator yang menunjukkan kualitas, produktivitas, dan dampak berkelanjutan dari karya ilmiahnya.

 

Menariknya, ini bukan kali pertama Prof. Ali menembus daftar elit dunia tersebut. Ia telah konsisten masuk dalam jajaran Top 2% Scientists versi Stanford selama lima tahun berturut-turut, sejak 2020 hingga 2025. Konsistensi ini memperkuat reputasinya sebagai salah satu ilmuwan Indonesia dengan kiprah internasional yang paling menonjol.

 

Rektor UIKA Bogor, Prof. Mujahidin, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.

 

“Prestasi Prof. Mohamad Ali Fulazzaky merupakan bukti nyata bahwa UIKA Bogor mampu melahirkan ilmuwan yang berpengaruh secara global. Pengakuan dari Stanford University ini memperkuat peran UIKA dalam mendukung riset berkelas dunia serta reputasi akademik di tingkat internasional,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan terpisah, Prof. Ali Fulazzaky mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang ia raih.

 

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa kembali masuk dalam daftar ilmuwan terbaik dunia. Prestasi ini saya dedikasikan untuk Universitas Ibn Khaldun Bogor dan seluruh civitas akademika yang terus mendorong budaya riset dan publikasi ilmiah. Semoga ini menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat serta dunia,” ungkapnya.

 

Capaian ini semakin menegaskan komitmen UIKA Bogor dalam memperkuat riset dan inovasi global. Sebagai perguruan tinggi Islam yang berorientasi pada keunggulan akademik dan kemaslahatan umat, UIKA terus berupaya melahirkan ilmuwan dan peneliti berkelas dunia yang membawa semangat From UIKA to the World.


Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
Prof. Widyasari Diku...
10 Apr 2026
Bogor, 31 Maret 2026 — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor resmi mengukuhkan Prof. Dr. Widyasari, M.Pd. sebagai Guru Besar melalui Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq, S.H., Selasa (31/3/2026). Dalam momentum akademik tersebut, Prof. Widyasari menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Sumber Belajar Digital sebagai Investasi Peradaban Muslim: Dari Manuskrip menuju Metadata”, yang menyoroti transformasi fundamental dunia pendidikan di era digital. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan yang tidak dapat dibendung. Transformasi ini telah merambah seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan, yang kini bergerak dari sekadar wacana menuju implementasi nyata. “Digitalisasi adalah arus yang tak terbendung dan pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi paling signifikan,” Prof. Widyasari menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus teknologi, dunia pendidikan menghadapi tantangan serius, mulai dari kesenjangan akses di wilayah 3T hingga risiko ketergantungan digital yang dapat menggerus daya kritis peserta didik. Namun demikian, ia menekankan bahwa teknologi tidak boleh diposisikan hanya sebagai alat, melainkan sebagai solusi strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang efektif, efisien, dan bermakna. Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa teknologi pendidikan harus berperan dalam mendesain sistem pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas hasil belajar sekaligus membangun motivasi intrinsik peserta didik. Hal ini sejalan dengan definisi teknologi pendidikan sebagai praktik ilmiah dan etis untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja manusia. Salah satu poin penting dalam orasi tersebut adalah konsep transformasi sumber belajar, dari bentuk konvensional seperti manuskrip menuju format digital berbasis metadata yang lebih terbuka, terintegrasi, dan dapat diakses lintas ruang dan waktu. Prof. Widyasari juga memaparkan rekam jejak penelitiannya dalam pengembangan sumber belajar digital, di antaranya:Model Integrated Digital Online Library (IDOL) yang terintegrasi dengan Perpustakaan NasionalPengembangan bahan ajar berbasis LMS untuk komunitas Muslim diaspora di JepangModel pembelajaran berbasis metaverse di perguruan tinggiInovasi terbaru berupa platform Open Educational Resources (OER) berbasis AI dan Smart Education Platform Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar konsep, melainkan telah diimplementasikan secara nyata dan berdampak luas, bahkan hingga lintas negara. Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian akademik Prof. Widyasari. Menurutnya, pengukuhan Guru Besar ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi energi baru dalam memperkuat arah pengembangan keilmuan di UIKA. Ia menegaskan bahwa sosok Prof. Widyasari merepresentasikan akademisi yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga produktif dalam inovasi dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Prof. Widyasari tidak hanya mencapai puncak akademik, tetapi juga menghadirkan gagasan dan inovasi nyata yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, khususnya dalam transformasi digital,” ujar Rektor. Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa UIKA Bogor akan terus mendorong lahirnya Guru Besar yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban. Menariknya, orasi ini tidak hanya berdimensi akademik, tetapi juga spiritual. Prof. Widyasari menegaskan bahwa pengembangan sumber belajar digital merupakan bagian dari amal jariyah, yakni ilmu yang terus mengalir manfaatnya meskipun penciptanya telah tiada. “Sumber belajar digital yang kita rancang hari ini adalah investasi peradaban Muslim — warisan ilmiah yang akan terus hidup, melampaui batas ruang dan waktu.”Menurutnya, transformasi dari manuskrip ke metadata bukan hanya perubahan bentuk, tetapi perubahan paradigma—dari ilmu yang terbatas menjadi ilmu yang terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sidang pengukuhan ini sekaligus menjadi simbol komitmen UIKA Bogor dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi dan nilai-nilai keislaman, serta memperkuat peran akademisi sebagai motor penggerak peradaban. Dengan pengukuhan ini, Prof. Widyasari diharapkan tidak hanya menjadi simbol capaian akademik tertinggi, tetapi juga menjadi pelopor dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan global dan kebutuhan umat di era digital.
Baca Selengkapnya
article
Kuliah Umum UIKA Bog...
27 Jan 2026
Bogor — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan karakter mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Umum bersama Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Masjid Al Hijri UIKA Bogor.Kuliah umum yang mengangkat tema “Menjadi Generasi Muda Beradab, Kompeten, dan Berdampak” ini diikuti oleh mahasiswa UIKA Bogor serta masyarakat umum. Kehadiran UAS disambut antusias, sekaligus menjadi momentum refleksi tentang peran mahasiswa di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman.Dalam pemaparannya, Ustadz Abdul Somad mengapresiasi keberadaan masjid di jantung kampus UIKA Bogor. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas keilmuan, pembinaan karakter, dan penguatan spiritualitas mahasiswa.“Masjid di kampus bukan sekadar bangunan, tapi pusat peradaban. Dari sinilah lahir generasi berilmu yang beradab,” ujar UAS.UAS juga menekankan bahwa manusia pada dasarnya terbagi dalam tiga golongan, yakni pejuang, penikmat, dan penghancur. Mahasiswa, kata dia, harus memilih peran sebagai pejuang—mereka yang mampu memberi manfaat dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.Lebih lanjut, UAS mengingatkan bahwa untuk bisa berdampak, mahasiswa harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan minat dan bidangnya masing-masing. Ia mendorong mahasiswa agar fokus mendalami keahlian yang benar-benar dikuasai, bukan sekadar mengikuti tren.“Jangan menekuni bidang yang tidak disukai. Kalau tidak suka menghadapi orang banyak, jangan ambil itu. Berkompetenlah sesuai dengan bidang masing-masing,” tegasnya.Selain menyampaikan materi kuliah umum, Ustadz Abdul Somad juga memberikan undian berupa 10 buku kepada peserta yang mengikuti kegiatan. Ia turut mengungkapkan kekagumannya terhadap mahasiswa UIKA Bogor yang dinilai tertib, santun, dan menjaga adab selama kegiatan berlangsung di dalam masjid.Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor menegaskan perannya dalam mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan pembinaan karakter secara berkelanjutan. Kuliah umum ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran mahasiswa akan pentingnya adab, kompetensi, serta kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat