UIKA Bogor Lepas kembali 15 Mahasiswa untuk KKN Internasional di Thailand dan Malaysia tahun 2025

06 Januari 2026 • Oleh Universitas Ibn Khaldun Bogor

Bogor, 30 Oktober 2025 — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi berwawasan global dengan melepas 21 mahasiswa terbaik untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Thailand Batch 6 dan Malaysia Batch 5, serta empat mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) yang akan menjalani Program Magang Internasional di Mahkamah Syariah Trengganu, Malaysia. Kegiatan pelepasan ini berlangsung di Ruang Conference Rektorat Lantai 3 UIKA Bogor dan dihadiri langsung oleh Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., bersama jajaran wakil rektor, dekan, kepala lembaga, kepala International National Collaboration Office (INCO), serta para ketua program studi dari fakultas terkait.


 


Program KKN Internasional yang dijalankan UIKA Bogor merupakan bagian dari upaya memperluas kerja sama luar negeri melalui International National Collaboration Office (INCO) dan mendorong mahasiswa agar siap menjadi duta kampus di kancah internasional. Peserta KKN Internasional Thailand Batch 6 terdiri dari 15 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Agama Islam (FAI). Mereka akan menjalankan pengabdian di berbagai sekolah mitra, di antaranya Solihuddin School, Darul Aman, Patna School, Jazerooh Krabi, Thamsuksa School, Tasdikiah School, serta sekolah umum di Bangkok dan Bambrungsuksa.


 


Sementara itu, KKN Internasional Malaysia Batch 5 diikuti oleh enam mahasiswa dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Teknologi Pendidikan (TP). Mereka akan menjalankan kegiatan pengabdian di Ma’had Darul Azhar, Malaysia. Selain itu, empat mahasiswa dari Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) juga dilepas untuk melaksanakan Program Magang Internasional atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Mahkamah Syariah Trengganu, Malaysia.


 


Dalam sambutannya, Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para mahasiswa yang akan berangkat menjalankan pengabdian lintas negara. Ia menegaskan bahwa KKN Internasional merupakan program yang memberikan manfaat besar bagi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pengembangan karakter. “KKN Internasional ini manfaatnya luar biasa, karena memberikan pengalaman yang sangat besar. Tinggal di luar negeri selama enam bulan dan menimba pengetahuan yang baru akan menjadi pengalaman terbaik dalam hidup kalian,” ujar Prof. Mujahidin.


 


Beliau juga berpesan agar seluruh peserta dapat menjaga nama baik UIKA Bogor serta menjadi representasi mahasiswa Islam yang unggul, beretika, dan adaptif terhadap lingkungan sosial serta budaya di negara tujuan. Menurutnya, kesempatan ini tidak hanya tentang belajar dan mengajar, tetapi juga membangun jejaring, mengenalkan nilai-nilai Islam moderat, serta menunjukkan keunggulan kampus Islam Indonesia di kancah global.


 


Momen pelepasan mahasiswa ditandai dengan penyematan kartu identitas peserta secara simbolis oleh Rektor dan Wakil Rektor UIKA Bogor. Simbolisasi tersebut menggambarkan kepercayaan dan doa restu kampus kepada para mahasiswa yang akan berangkat sebagai duta akademik dan budaya. Kehadiran para pimpinan universitas, dekan, serta kepala lembaga turut menambah khidmat dan semangat kebersamaan dalam acara tersebut.


 


Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dari UIKA Bogor dalam mendukung visi “UIKA Goes Global” dan sejalan dengan status Akreditasi Institusi “Unggul” yang baru saja diraih. Melalui program seperti KKN dan magang internasional, UIKA Bogor terus berkomitmen mencetak lulusan berkarakter Islami, berwawasan global, dan siap bersaing di tingkat internasional. Universitas yang berdiri sejak 1961 ini terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di Asia Tenggara, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berdaya saing global, relevan dengan zaman, dan berkontribusi bagi peradaban dunia.

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
Prof. Widyasari Diku...
10 Apr 2026
Bogor, 31 Maret 2026 — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor resmi mengukuhkan Prof. Dr. Widyasari, M.Pd. sebagai Guru Besar melalui Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq, S.H., Selasa (31/3/2026). Dalam momentum akademik tersebut, Prof. Widyasari menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Sumber Belajar Digital sebagai Investasi Peradaban Muslim: Dari Manuskrip menuju Metadata”, yang menyoroti transformasi fundamental dunia pendidikan di era digital. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan yang tidak dapat dibendung. Transformasi ini telah merambah seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan, yang kini bergerak dari sekadar wacana menuju implementasi nyata. “Digitalisasi adalah arus yang tak terbendung dan pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi paling signifikan,” Prof. Widyasari menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus teknologi, dunia pendidikan menghadapi tantangan serius, mulai dari kesenjangan akses di wilayah 3T hingga risiko ketergantungan digital yang dapat menggerus daya kritis peserta didik. Namun demikian, ia menekankan bahwa teknologi tidak boleh diposisikan hanya sebagai alat, melainkan sebagai solusi strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang efektif, efisien, dan bermakna. Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa teknologi pendidikan harus berperan dalam mendesain sistem pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas hasil belajar sekaligus membangun motivasi intrinsik peserta didik. Hal ini sejalan dengan definisi teknologi pendidikan sebagai praktik ilmiah dan etis untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja manusia. Salah satu poin penting dalam orasi tersebut adalah konsep transformasi sumber belajar, dari bentuk konvensional seperti manuskrip menuju format digital berbasis metadata yang lebih terbuka, terintegrasi, dan dapat diakses lintas ruang dan waktu. Prof. Widyasari juga memaparkan rekam jejak penelitiannya dalam pengembangan sumber belajar digital, di antaranya:Model Integrated Digital Online Library (IDOL) yang terintegrasi dengan Perpustakaan NasionalPengembangan bahan ajar berbasis LMS untuk komunitas Muslim diaspora di JepangModel pembelajaran berbasis metaverse di perguruan tinggiInovasi terbaru berupa platform Open Educational Resources (OER) berbasis AI dan Smart Education Platform Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar konsep, melainkan telah diimplementasikan secara nyata dan berdampak luas, bahkan hingga lintas negara. Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian akademik Prof. Widyasari. Menurutnya, pengukuhan Guru Besar ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi energi baru dalam memperkuat arah pengembangan keilmuan di UIKA. Ia menegaskan bahwa sosok Prof. Widyasari merepresentasikan akademisi yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga produktif dalam inovasi dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Prof. Widyasari tidak hanya mencapai puncak akademik, tetapi juga menghadirkan gagasan dan inovasi nyata yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, khususnya dalam transformasi digital,” ujar Rektor. Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa UIKA Bogor akan terus mendorong lahirnya Guru Besar yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban. Menariknya, orasi ini tidak hanya berdimensi akademik, tetapi juga spiritual. Prof. Widyasari menegaskan bahwa pengembangan sumber belajar digital merupakan bagian dari amal jariyah, yakni ilmu yang terus mengalir manfaatnya meskipun penciptanya telah tiada. “Sumber belajar digital yang kita rancang hari ini adalah investasi peradaban Muslim — warisan ilmiah yang akan terus hidup, melampaui batas ruang dan waktu.”Menurutnya, transformasi dari manuskrip ke metadata bukan hanya perubahan bentuk, tetapi perubahan paradigma—dari ilmu yang terbatas menjadi ilmu yang terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sidang pengukuhan ini sekaligus menjadi simbol komitmen UIKA Bogor dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi dan nilai-nilai keislaman, serta memperkuat peran akademisi sebagai motor penggerak peradaban. Dengan pengukuhan ini, Prof. Widyasari diharapkan tidak hanya menjadi simbol capaian akademik tertinggi, tetapi juga menjadi pelopor dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan global dan kebutuhan umat di era digital.
Baca Selengkapnya
article
Kuliah Umum UIKA Bog...
27 Jan 2026
Bogor — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan karakter mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Umum bersama Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Masjid Al Hijri UIKA Bogor.Kuliah umum yang mengangkat tema “Menjadi Generasi Muda Beradab, Kompeten, dan Berdampak” ini diikuti oleh mahasiswa UIKA Bogor serta masyarakat umum. Kehadiran UAS disambut antusias, sekaligus menjadi momentum refleksi tentang peran mahasiswa di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman.Dalam pemaparannya, Ustadz Abdul Somad mengapresiasi keberadaan masjid di jantung kampus UIKA Bogor. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas keilmuan, pembinaan karakter, dan penguatan spiritualitas mahasiswa.“Masjid di kampus bukan sekadar bangunan, tapi pusat peradaban. Dari sinilah lahir generasi berilmu yang beradab,” ujar UAS.UAS juga menekankan bahwa manusia pada dasarnya terbagi dalam tiga golongan, yakni pejuang, penikmat, dan penghancur. Mahasiswa, kata dia, harus memilih peran sebagai pejuang—mereka yang mampu memberi manfaat dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.Lebih lanjut, UAS mengingatkan bahwa untuk bisa berdampak, mahasiswa harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan minat dan bidangnya masing-masing. Ia mendorong mahasiswa agar fokus mendalami keahlian yang benar-benar dikuasai, bukan sekadar mengikuti tren.“Jangan menekuni bidang yang tidak disukai. Kalau tidak suka menghadapi orang banyak, jangan ambil itu. Berkompetenlah sesuai dengan bidang masing-masing,” tegasnya.Selain menyampaikan materi kuliah umum, Ustadz Abdul Somad juga memberikan undian berupa 10 buku kepada peserta yang mengikuti kegiatan. Ia turut mengungkapkan kekagumannya terhadap mahasiswa UIKA Bogor yang dinilai tertib, santun, dan menjaga adab selama kegiatan berlangsung di dalam masjid.Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor menegaskan perannya dalam mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan pembinaan karakter secara berkelanjutan. Kuliah umum ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran mahasiswa akan pentingnya adab, kompetensi, serta kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat