UIKA dan PT Sinar Hijau Ventures Jalin Kerja Sama Kembangkan Minyak Kenari Halal Inovatif

13 Oktober 2025 • Oleh Universitas Ibn Khaldun Bogor

Bogor, 11 Oktober 2025 — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor terus memperkuat riset terapan berbasis industri dengan menjalin kerja sama strategis bersama PT Sinar Hijau Ventures (SHV). Kedua pihak menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pelaksanaan Program Hibah Hilirisasi Ajakan Industri yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

 

Kolaborasi ini berfokus pada penelitian berjudul “Optimalisasi Teknologi Pengolahan Minyak Kenari Berbasis Ekstraksi Modern dan Jaminan Halal untuk Peningkatan Rendemen dan Kualitas Produk.” Melalui program ini, UIKA dan SHV berupaya menghadirkan inovasi pengolahan minyak kenari (Canarium indicum) yang bernilai tambah tinggi dan memperkuat posisi kenari sebagai komoditas unggulan halal Indonesia di sektor pangan dan kosmetik.

 

Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi, dan Pengembangan UIKA Bogor, Dr. Budi Susetyo, Ir., M.Sc., menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk nyata sinergi perguruan tinggi dengan industri.

 

“Kami ingin universitas ini tidak berada di dalam tempurung. Karena itu, kami terus mendorong kemitraan luas, termasuk dengan industri, melalui pendekatan Pentahelix Partnership,” ujarnya.


Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi kedua pihak.

“Kalau sudah ditandatangani PKS ini, kami berharap terealisasi. Kami ingin hasilnya dapat mendorong produk menuju HAKI, dan hal itu tak mungkin terwujud tanpa kemitraan,” tambahnya.

 

Ketua Tim Peneliti UIKA, Dr. Trisiladi Supriyanto, M.Si., menjelaskan bahwa riset ini merupakan bagian dari program hibah hilirisasi industri yang melibatkan mitra sejak awal proses penelitian.

 

“PT SHV memberikan spesifikasi produk yang diinginkan. Ini sangat strategis karena produknya berorientasi pada Healthy and Halal Foods,” jelasnya.

 

Sementara itu, Direktur PT Sinar Hijau Ventures, Dessi Yuliana, menegaskan komitmen SHV dalam memperluas akses pasar bagi masyarakat pengelola hutan di kawasan Timur Indonesia.

 

“Kami fokus memberikan akses pasar kepada komunitas hutan dengan membangun hub-hub kecil di sekitar kawasan hutan. Harapannya, fasilitas ini dapat membantu masyarakat yang selama ini belum memiliki akses pasar,” ujarnya.

 

Kerja sama ini menjadi langkah nyata sinergi akademik–industri dalam memperkuat inovasi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Selain menghasilkan produk halal dan ramah lingkungan, kolaborasi ini juga menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi hijau serta pemberdayaan masyarakat hutan.

 

Dengan kerja sama ini, UIKA Bogor menegaskan komitmennya menjadi universitas riset Islam berdaya saing global yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan menuju visi UIKA 2040.


Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
Kuliah Umum Bersama...
06 Jan 2026
Bogor, 25 Oktober 2025 — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menerima kunjungan istimewa dari His Excellency Man Sokry, Wakil Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kerajaan Kamboja, dalam agenda Silaturahmi dan Kuliah Umum bertema “Pengalaman Belajar dan Nilai Kehidupan di Pesantren Ulil Albaab”. Kegiatan ini digelar di Ruang Conference 2 UIKA Bogor dan dihadiri oleh Rektor UIKA beserta jajaran Wakil Rektor, para pengasuh, dan mahasantri Pesantren Ulil Albaab.Dalam kesempatan tersebut, Man Sokry mengenang masa belajarnya sebagai alumni Pesantren Ulil Albaab UIKA Bogor. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya hingga dipercaya mengemban amanah sebagai pejabat negara di Kamboja.Menurutnya, nilai-nilai keislaman seperti keikhlasan, kerja sama, disiplin, dan rasa tanggung jawab yang ditanamkan di pesantren menjadi fondasi kuat dalam menjalani karier dan kehidupan bermasyarakat. Ia turut memberikan motivasi agar mahasiswa tidak berhenti belajar dan selalu rendah hati dalam mencari ilmu.“Kalau ada hal yang belum kita pahami, jangan gengsi untuk bertanya. Walaupun kita punya jabatan tinggi, kita tetap harus rendah hati. Jangan meremehkan orang lain, karena mungkin dia bisa sesuatu yang kita belum bisa,” pesan Man Sokry.Acara juga diisi dengan nasehat dari Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc. selaku Pembina Pesantren Ulil Albaab. Dalam pesannya, Prof. Didin menekankan pentingnya proses yang benar dalam menjalani kehidupan, serta menjadikan niat lillahi ta‘ala sebagai dasar setiap amal perbuatan.“Hidup ini harus dijalani dengan proses yang benar. Jangan terlalu berorientasi pada hasil, tetapi lakukan setiap hal dengan niat lillahi ta‘ala. Dari keikhlasanlah muncul kekuatan dan ketenangan dalam beramal,” ungkap Prof. Didin.Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa, santri, dan para pengasuh pesantren. Kehadiran tokoh internasional yang merupakan alumni UIKA Bogor ini disambut antusias sebagai bukti bahwa UIKA mampu melahirkan pemimpin berkarakter di tingkat global.Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, UIKA Bogor berharap hubungan silaturahmi lintas negara semakin erat serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan santri untuk terus berprestasi, mengharumkan nama kampus, dan menebar manfaat bagi umat dan bangsa.
Baca Selengkapnya
article
UIKA Bogor Lepas kem...
06 Jan 2026
Bogor, 30 Oktober 2025 — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi berwawasan global dengan melepas 21 mahasiswa terbaik untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Thailand Batch 6 dan Malaysia Batch 5, serta empat mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) yang akan menjalani Program Magang Internasional di Mahkamah Syariah Trengganu, Malaysia. Kegiatan pelepasan ini berlangsung di Ruang Conference Rektorat Lantai 3 UIKA Bogor dan dihadiri langsung oleh Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., bersama jajaran wakil rektor, dekan, kepala lembaga, kepala International National Collaboration Office (INCO), serta para ketua program studi dari fakultas terkait. Program KKN Internasional yang dijalankan UIKA Bogor merupakan bagian dari upaya memperluas kerja sama luar negeri melalui International National Collaboration Office (INCO) dan mendorong mahasiswa agar siap menjadi duta kampus di kancah internasional. Peserta KKN Internasional Thailand Batch 6 terdiri dari 15 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Agama Islam (FAI). Mereka akan menjalankan pengabdian di berbagai sekolah mitra, di antaranya Solihuddin School, Darul Aman, Patna School, Jazerooh Krabi, Thamsuksa School, Tasdikiah School, serta sekolah umum di Bangkok dan Bambrungsuksa. Sementara itu, KKN Internasional Malaysia Batch 5 diikuti oleh enam mahasiswa dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Teknologi Pendidikan (TP). Mereka akan menjalankan kegiatan pengabdian di Ma’had Darul Azhar, Malaysia. Selain itu, empat mahasiswa dari Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) juga dilepas untuk melaksanakan Program Magang Internasional atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Mahkamah Syariah Trengganu, Malaysia. Dalam sambutannya, Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para mahasiswa yang akan berangkat menjalankan pengabdian lintas negara. Ia menegaskan bahwa KKN Internasional merupakan program yang memberikan manfaat besar bagi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pengembangan karakter. “KKN Internasional ini manfaatnya luar biasa, karena memberikan pengalaman yang sangat besar. Tinggal di luar negeri selama enam bulan dan menimba pengetahuan yang baru akan menjadi pengalaman terbaik dalam hidup kalian,” ujar Prof. Mujahidin. Beliau juga berpesan agar seluruh peserta dapat menjaga nama baik UIKA Bogor serta menjadi representasi mahasiswa Islam yang unggul, beretika, dan adaptif terhadap lingkungan sosial serta budaya di negara tujuan. Menurutnya, kesempatan ini tidak hanya tentang belajar dan mengajar, tetapi juga membangun jejaring, mengenalkan nilai-nilai Islam moderat, serta menunjukkan keunggulan kampus Islam Indonesia di kancah global. Momen pelepasan mahasiswa ditandai dengan penyematan kartu identitas peserta secara simbolis oleh Rektor dan Wakil Rektor UIKA Bogor. Simbolisasi tersebut menggambarkan kepercayaan dan doa restu kampus kepada para mahasiswa yang akan berangkat sebagai duta akademik dan budaya. Kehadiran para pimpinan universitas, dekan, serta kepala lembaga turut menambah khidmat dan semangat kebersamaan dalam acara tersebut. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dari UIKA Bogor dalam mendukung visi “UIKA Goes Global” dan sejalan dengan status Akreditasi Institusi “Unggul” yang baru saja diraih. Melalui program seperti KKN dan magang internasional, UIKA Bogor terus berkomitmen mencetak lulusan berkarakter Islami, berwawasan global, dan siap bersaing di tingkat internasional. Universitas yang berdiri sejak 1961 ini terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di Asia Tenggara, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berdaya saing global, relevan dengan zaman, dan berkontribusi bagi peradaban dunia.
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat