Customer Service Represntative

Rentang Gaji: Rp3jt - Rp4,8jt

Tentang Karier

Ini dia info lengkap tentang karier impianmu. Yuk, kenalan lebih dekat!

"Profesi Customer Service Representative (CSR) merujuk pada individu yang bekerja dalam bidang pelayanan pelanggan. Tugas utama mereka adalah memberikan dukungan dan layanan kepada pelanggan, menjawab pertanyaan, menangani keluhan, dan memastikan bahwa pelanggan memiliki pengalaman positif dengan produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. CSR bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan pelanggan yang baik dan memastikan kepuasan pelanggan. Ini melibatkan komunikasi efektif dan sikap yang ramah. CSR harus dapat menjawab pertanyaan pelanggan terkait dengan produk, layanan, atau proses bisnis perusahaan. Mereka mungkin memerlukan pengetahuan produk atau pelatihan khusus. Ketika pelanggan menghadapi masalah atau memiliki keluhan, CSR harus dapat menangani situasi tersebut dengan profesional. Ini mencakup pemahaman terhadap masalah pelanggan, memberikan solusi atau bantuan yang memadai, dan memastikan pelanggan merasa didengar. Keterampilan komunikasi yang baik adalah kunci dalam profesi CSR. Mereka harus dapat berkomunikasi dengan jelas dan ramah, baik melalui telepon, obrolan langsung, atau melalui surat elektronik. CSR dapat bekerja di berbagai industri, termasuk layanan finansial, e-commerce, perhotelan, telekomunikasi, dan banyak lagi. Profesi ini penting dalam menjaga hubungan positif antara perusahaan dan pelanggan."

Jabatan

Ini dia jabatan yang tersedia di karier ini. Kamu bisa memilih jabatan yang sesuai dengan minatmu.

Senior Customer Service Cusstomer Service Team Lead Customer Service Manager Customer Service Quality

Rekomendasi Jurusan

Rekomendasi jurusan kuliah di Program Studi ini, lengkap dengan prospek karier untuk masa depanmu

Lihat Jurusan Lainnya

Rekomendasi Kampus

Temukan beragam kampus yang sesuai dengan karier ini.

university
Swasta
logo
Universitas Cenderawasih
Universitas Cenderawasih merupakan perguruan tinggi negeri tertua di tanah Papua, tidak terlepas dari perjalanan panjang sejarah pendidikan di Papua. Sejak awal peran gereja baik Protestan pada tahun 1856 dan Katholik tahun 1921 telah memberikan kontribusi yang signifkan terhadap penyelenggaraan awal pengembangan pendidikan di Papua antara lain telah berdirinya Sekolah Desa (Dorpschool), Sekolah Sambung (Vervolgscool), Sekolah Teknik Rendah (Lagere Techische School), Sekolah Kerumahtangga (Huis shoudscool), Sekolah Guru (Kweekschool), dan Sekolah Tingkat Menengah yaitu HBS (Hobere Burger School) terdapat di Hollandia (Jayapura).Dengan pendidikan yang terbatas ini tidak mematahkan semangat Pemerintah Indonesia untuk membuka salah satu pendidikan tinggi di tanah Papua, sehingga pada tanggal, 10 November 1962, di kota baru (Jayapura sekarang) berdasarkan Keputusan Presiden RI No.389, tanggal 31 Desember 1962 dan Keputusan bersama WAMPA / Kordinator Urusan Irian Barat (sekarang Papua), dan Menteri PTIP. No.140 / PTIP/ 1962 tanggal 10 November 1962. Saat itu Irian Barat secara Administrasi masih dibawah Pemerintahan United Nations For Temporary Authority (UNTEA). UNTEA dibentuk oleh dan dibawah yuridiksi Sekertaris Jenderal Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB), yang secara administrasi Papua atau Irian Barat pada masa itu belum secara resmi kembali ke Negara Republik Indonesia dan pada tanggal 1 Mei 1963 Papua atau Irian Barat secara resmi diserahkan ke Negara Indonesia. Dengan demikian Uncen merupakan satu-satunya lembaga Pemerintahan RI yang pertama berdiri di Irian Barat (Papua), di samping perwakilan RI.
Lihat Kampus Lainnya

Yuk ikuti Tes Potensi di Maukuliah.id

Banyak tes yang bisa kamu ikuti untuk mengetahui potensi dirimu. Yuk, ikuti tesnya!
Mulai Tes Sekarang
Menu
Profil
Riwayat