Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

Ilmu Pendidikan dan Agama

Tentang Jurusan

Ini dia info lengkap tentang jurusan impianmu. Yuk, kenalan lebih dekat!

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) adalah bidang ilmu yang didesain khusus untuk mempersiapkan calon pendidik yang akan mengajar di tingkat pendidikan dasar atau sekolah dasar. Kamu akan belajar mendalam tentang pendidikan anak usia dini hingga kelas enam sekolah dasar, mencakup berbagai aspek pengajaran, pengembangan kurikulum, manajemen kelas, dan aspek-aspek psikologis serta sosial anak. Selain itu kamu juga akan juga belajar untuk memahami dan mengelola beragam situasi dalam konteks kelas, termasuk memahami keberagaman budaya dan kemampuan belajar siswa. Dalam hal ini, jurusan ini tidak hanya bertujuan untuk mencetak guru yang handal secara akademis, tetapi juga pembina karakter dan pengembang potensi anak. Dalam keseluruhan, PGSD bukan hanya menjadi sarana untuk memahami tugas dan tanggung jawab seorang guru sekolah dasar, tetapi juga membentuk individu yang peduli, kreatif, dan berdedikasi terhadap pendidikan anak-anak. Jurusan ini menjadi pondasi bagi mereka yang bermimpi membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan dasar dengan menjadi agen transformasi dalam perkembangan generasi muda.

Prospek Karier

Sudah terbayang mau jadi apa setelah lulus? Ini beberapa pilihan karier yang bisa jadi pilihanmu.

Lihat Karier Lainnya

Yuk ikuti Tes Potensi di Maukuliah.id

Banyak tes yang bisa kamu ikuti untuk mengetahui potensi dirimu. Yuk, ikuti tesnya!
Mulai Tes Sekarang

Rekomendasi Kampus

Temukan kampus yang banyak diminati dengan reputasi baik, lulusan berkualitas, dan prospek kerja yang cerah

university
Swasta
logo
Sekolah Tinggi Agama Islam al-Akbar Surabaya
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dibangun pada tanggal 4 Agustus 1995 dengan misi keumatan dan kebangsaan. Fungsi utama masjid secara historis sebagai center of civilization. Hal itu memacu Yayasan Pendidikan Masjid al Akbar untuk memberikan pelayanan akademik bagi masyarakat, dengan mendirikan Perguruan Tinggi keagaman Islam, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) pada tahun 2017, yang sebelumnya bernama Ma’had Aly. Dalam perkembangannya STIU bertekad untuk menambah prodi sekaligus meningkatkan status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), dengan 4 prodi pada tahun 2019. Selain itu, STAI berada di bawah koordinasi dan manajemen Pemerintahan Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah kota Surabaya. Capaian ini merupakan bentuk komitmen Direksi, Yayasan dan Pimpinan untuk terus melakukan peningkatan agar menjadi kampus yang berkualitas dan kompetitif. Visi Terdepan dalam kajian ke-islaman secara komprehensif Misi Mewujudkan Institusi pendidikan tinggi sebagai rujukan dalam sinergisitas pengembangan perspektif Islam Ahlu Sunnah wal Jama’ah, ilmu pengetahuan yang mampu berperan aktif dalam pengembangan serta penguatan pendidikan masyarakat. Menyelenggarakan penelitian yang berorientasi penemuan, pengembangan dalam sinergisitas perspektif Islam Ahlu Sunnah wal Jama’ah, ilmu pengetahuan. Mengaktualisasikan ilmu pengetahuan dan ilmu keguruan melalui pengkajian dan penelitian ilmiah perspektif Islam Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Melakukan sinergisitas dengan berbagai lembaga, sesama penyelenggara pendidikan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
university
Negeri
logo
Universitas Bengkulu
Universitas Bengkulu (UNIB) didirikan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 17 tahun 1982 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Daud Yusuf. Pada saat yang sama dilantik Rektor UNIB pertama, Prof. Ir. Soenjoto Sumodihardjo (UGM) untuk masa jabatan 19821986. Dr. Ir. Soekotjo (UGM), yang sebelumnya menjabat Pembantu Rektor I, memimpin UNIB untuk periode 19861990. Untuk periode 19901995 Dr. Ir. Nitza Arbi (UNAND) diberi kepercayaan memimpin UNIB. Tahun 1995 sampai dengan 2005 jabatan Rektor UNIB dipegang oleh Prof. Dr. H Zulkifli Husin, S.E, M.Sc. (UNSYIAH). Sejak 2005 sampai dengan 2013 Rektor UNIB dijabat oleh Prof. Ir. Zainal Muktamar, Msc., Ph.D. Rektor ke6 Unib dipimpin oleh Dr. Ridwan Nurazi, S.E.,M.Sc., Ak dengan masa jabatan 20132017 dan 20172021. Pada tanggal 5 Oktober 2021, Dr. Retno Agustina Ekaputri, S.E., M.Sc. dilantik sebagai Rektor ke7 Universitas Bengkulu. Keberadaan UNIB merupakan wujud nyata dari perjuangan yang tak kenal menyerah dari Gubernur Soeprapto yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat, tokoh adat, Pemda Tk. I Bengkulu, dan perguruan tinggi swasta bernama Universitas Semarak Bengkulu (UNSEB). Dukungan universitas ini diwujudkan dalam bentuk penyerahan mahasiswa UNSEB sebagai cikal bakal UNIB beserta lahan Kampus seluas 24,9 Ha di Desa Beringin Raya Bengkulu. Kendala utama yang dihadapi pada saat proses pendirian UNIB berdasarkan hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh Universitas Sriwijaya di antaranya yaitu tidak tersedianya tenaga edukatif, sehingga pada waktu itu disimpulkan bahwa di Bengkulu belum layak didirikan sebuah universitas negeri. Kendala tersebut akhirnya dapat diatasi setelah Gubernur Soeprato menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta atas petunjuk Presiden Soeharto. Realisasi dari hasil kerjasama tersebut dikirimlah beberapa tenaga edukatif dari UGM antara lain Prof. Ir. Soenjoto Sumodihardjo, Dr. Ir. Soekotjo, Drs. Sutarto, Ir. Supratoyo dan H. Hidjazi, S.H. untuk diperbantukan di UNIB baik sebagai pejabat struktural maupun sebagai tenaga edukatif. Mereka melakukan rekruitmen tenaga edukatif dari beberapa universitas di Jawa dan Sumatera.
university
Swasta
logo
Universitas PGRI Madiun
IKIP Daerah Madiun pada tahun pertama berhasil membuka 3 program studi, yaitu: Pendidikan Umum (PU), Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pasti. Jumlah mahasiswa untuk tahun pertama ada 76 mahasiswa yang berasal dari Madiun dan sekitarnya. Perkuliahan dilaksanakan pada sore hari dan menggunakan sekolah-sekolah di Kotamadya Madiun. Hal itu dilakukan karena IKIP Daerah Madiun belum mempunyai gedung dan sarananya pun masih terbatas. Sehingga tempat perkuliahannya berpindah-pindah tergantung pihak sekolah yang mau diajak kerjasama. Sekolah yang pertama kali digunakan, yaitu SMP Negeri 6 kemudian berpindah di SMA Negeri 3 yang sekarang dipakai oleh SMP Negeri 2, Gedung perpustakaan daerah yang sekarang menjadi Plaza Sri Ratu. Masalah lain yang dihadapi IKIP Daerah Madiun, yaitu terbatasnya dana pengembangan, kekurangan tenaga pengajar maupun administrasi, belum memiliki gedung perkuliahan yang memadai, dan belum mendapatkan status yang jelas. Berkat kerja keras dan kekompakan para pengelola dan bantuan pemerintah daerah serta sekolah-sekolah, IKIP Daerah Madiun dapat bertahan.Sebagai suatu perguruan tinggi, status merupakan hal yang harus dimiliki sebagai simbol legalitas akan kewenangan-kewenangan, hak dan kewajibannya sehingga masyarakat memberi kepercayaan terhadap lembaga tersebut. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang menyatakan, bahwa perguruan tinggi swasta yang sudah memiliki status terdaftar diperbolehkan mengadakan perkuliahan sendiri. Sedangkan ujian negaranya berada di lingkup jurusan sejenis yang memiliki status diakui atau disamakan. Untuk itu YAPPERTIM berjuang untuk mendapat status. Salah satu usahanya, yakni mengintegrasikan diri dengan IKIP Sarmidi Mangunsarkoro yang berpusat di Malang dan namanya berganti menjadi IKIP Sarmidi Mangunsarkoro (tahun 1974) dan sebagai pimpinannya: Rektor I Drs. Mujiono, Rektor II R. Soekarman, dan Rektor III Drs. SoeparnoUsaha IKIP Sarmidi Mangunsarkoro belum menghasilkan status yang diharapkan dan selanjutnya IKIP Daerah Madiun menginduk ke IKIP Negeri Surabaya, terutama dalam pelaksanaan ujian negara. Pada tahun 1975 IKIP Sarmidi Mangunsarkoro di Madiun oleh YAPPERTIM diserahkan kepada Pengurus Daerah VIII PGRI Jawa Timur dan dibina oleh Yayasan Pembina Pendidikan Penguruan Tinggi Daerah VIII PGRI Jawa Timur. Nama IKIP Sarmidi Mangunsarkoro di Madiun mulai tanggal 5 Juni 1975 diubah dan diberi nama IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun. Tanggal perubahan dan penetapan nama tersebut di atas oleh pengelola IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun ditetapkan sebagai hari Dies Natalis IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun. Berkat perjuangan Pengurus Daerah VIII PGRI Jawa Timur, dengan Surat Kopertis Wilayah VII tanggal 17 Mei 1976 No. 85/I/1976, mulai tanggal 17 Mei 1976 IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun mendapat Status Terdaftar.
Lihat Kampus Lainnya
Menu
Profil
Riwayat