Konselor Spiritual

Rentang Gaji: Rp2,6jt - Rp10,8jt

Tentang Karier

Ini dia info lengkap tentang karier impianmu. Yuk, kenalan lebih dekat!

"Seorang konselor spiritual adalah seorang profesional yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman mendalam tentang aspek-aspek spiritual dalam kehidupan individu. Mereka membantu orang-orang dalam menggali dan memahami dimensi spiritual mereka, yang mungkin melibatkan keyakinan, nilai-nilai, makna hidup, tujuan, dan hubungan dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Seorang konselor spiritual memiliki keterampilan konseling yang kuat. Mereka mampu mendengarkan dengan empati, memahami persoalan klien, dan memberikan dukungan yang sesuai dengan nilai-nilai spiritual klien.Konselor spiritual harus memiliki pengetahuan tentang berbagai tradisi keagamaan dan kepercayaan spiritual. Mereka perlu dapat bekerja dengan individu dari latar belakang spiritual yang beragam tanpa menilai atau mendorong keyakinan tertentu. Konselor spiritual membantu klien untuk mengeksplorasi dimensi spiritual dalam hidup mereka. Ini dapat melibatkan pembicaraan tentang nilai-nilai spiritual, pencarian makna, dan eksplorasi tujuan hidup yang terkait dengan dimensi spiritual.Penting untuk diingat bahwa konselor spiritual tidak selalu terkait dengan satu agama atau keyakinan tertentu. Mereka berfokus pada aspek spiritualitas yang dapat merangkul keberagaman dan membantu individu menemukan makna dan tujuan dalam hidup mereka sesuai dengan nilai-nilai spiritual masing-masing."

Jabatan

Ini dia jabatan yang tersedia di karier ini. Kamu bisa memilih jabatan yang sesuai dengan minatmu.

Konselor Spiritual Pendeta Imam atau Pemimpin Rohani Konselor Kesejahteraan Spiritual Pendidik Spiritual

Rekomendasi Jurusan

Rekomendasi jurusan kuliah di Program Studi ini, lengkap dengan prospek karier untuk masa depanmu

Lihat Jurusan Lainnya

Rekomendasi Kampus

Temukan beragam kampus yang sesuai dengan karier ini.

university
Swasta
logo
Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia
Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia (STBI Semarang) adalah sebuah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Swasta yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah. STBI didirikan pada tanggal 11 Oktober 1954 oleh para Utusan Injil Luar Negeri dari Southern Baptist Convention. STBI memiliki visi untuk Menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan teologi berasaskan Baptis tingkat internasional pada tahun 2035. STBI berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki karakter Kristen yang kuat, kompetensi teologis yang memadai, dan keterampilan pelayanan yang handal. STBI menawarkan program studi Sarjana (S1) Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (PAK), program studi Magister (S2) Teologi dan PAK, serta program studi Doktoral (S3) Teologi. Program studi S1 PAK dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi guru agama Kristen di sekolah-sekolah, sedangkan program studi S1 Teologi dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pendeta, gembala sidang dan penginjil. Program studi S2 Teologi dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi teologi dan dosen yang membutuhkan kompetensi teologis yang lebih tinggi, sedangkan program studi S2 PAK dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi dosen dan pimpinan lembaga pendidikan Kristen. Untuk program studi S3 Teologi, mahasiswa disiapkan menjadi seorang dosen dan peneliti yang handal di bidang teologi. STBI memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar, penelitian, dan pelayanan. Fasilitas tersebut antara lain perpustakaan dengan lebih dari 51.000 koleksi buku, laboratorium Teologi dan PAK, ruang perkuliahan, aula dan lapangan olahraga. STBI juga memiliki 4 gedung asrama untuk mahasiswa yang berasal dari luar kota. STBI telah menghasilkan ribuan lulusan yang telah melayani di berbagai gereja dan lembaga di Indonesia. Alumni STBI telah berperan penting dalam pembangunan gereja dan masyarakat Indonesia. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi keunggulan STBI: STBI memiliki visi dan misi yang jelas. STBI memiliki kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan gereja dan masyarakat. STBI memiliki dosen yang kompeten dan berpengalaman. STBI memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar, penelitian, dan pelayanan. STBI merupakan pilihan yang tepat bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi pemimpin Kristen yang berkualitas.
university
Negeri
logo
Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto
Sejarah awal UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri bermula dari pengembangan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1964-1994), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang (1994-1997) yang berkedudukan di Purwokerto. dan berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto (1997-2014). Selanjutnya beralih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto (2014-2021). Pada tanggal 11 Mei 2021 beralih status menjadi Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto. Secara embrional, UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri diilhami oleh pidato Menteri Agama RI, Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, saat peresmian Sekolah Persiapan (SP) IAIN (sekarang menjadi MAN 1) yang antara lain mengharapkan kepada para pendiri SP IAIN agar usaha pendidikan formal tidak berhenti sampai tingkat Aliyah (SLTA) saja. Akan tetapi, pendidikan formal tersebut dilanjutkan dengan usaha mendirikan fakultas-fakultas agama, yang pada saatnya dapat dimasukkan ke dalam Institut Agama Islam Negeri (Al-Djami’ah Al-Islamiyah Al-Hukumiyah) Yogyakarta, sehingga dapat memberi kesempatan belajar lebih lanjut kepada lulusan SP IAIN khususnya, dan SLTA pada umumnya. Ajakan Menteri Agama RI tersebut kemudian disambut oleh K.H. Muslich, yang ketika itu, selain sebagai ketua Yayasan Al-Hidayah, Pendiri SP IAIN, juga anggota DPRGR, Anggota MPRS, serta anggota Dewan Perancang Nasional, dengan mengajak tokoh-tokoh muslim Banyumas lainnya, antara lain: H.O.S. Noto Soewiryo (Kepala Pengawas Urusan Agama Karesidenan Purwokerto); Drs. Muzayyin Arifin (Ketua SP IAIN Pur­wokerto); K.H. Muchlis (Penghulu pada Kantor Urusan Agama di Purwokerto), dan Muhammad Hadjid (seorang pengusaha di Purwokerto) untuk mendirikan Badan Wakaf Al-Djami’ah Sunan Kalijaga. Tugas utama badan wakaf ini adalah mendirikan lembaga pendidikan tinggi agama di Purwokerto dengan segera. Usaha keras Badan Wakaf yang diketuai oleh K.H. Muslich tersebut mem­peroleh simpati dan dukungan dari masyarakat luas. Oleh karenanya, pada 10 November 1962, Badan Wakaf Al-Djami’ah Sunan Kalijaga mendirikan Fakultas Tarbiyah Al-Djami’ah Sunan Kalijaga. Kemudian, pada tahun itu pula, 12 Desember 1962, Badan wakaf Al-Djami’ah Sunan Kalijaga secara resmi diakte-notariskan sebagai badan hukum yang mendirikan dan mengelola fakultas tersebut. Setelah hampir dua tahun Fakultas Tarbiyah Al-Djami’ah Sunan Kalijaga Purwokerto berjalan, para pendiri yang dibantu para Residen Banyumas, melalui Rektor IAIN Al-Djamiah Al-Hukumiyah Yogyakarta mengusulkan kepada Menteri Agama agar Fakultas Tarbiyah Al-Dja­mi’ah Sunan Kalijaga Purwokerto dinegerikan. Akhirnya, dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 1964 Tanggal 9 September 1964, Fakultas tersebut dine­gerikan dan menginduk kepada IAIN Al-Djami’ah Al-Hukumiyah Yogyakarta, yang kemudian berubah namanya men­jadi IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Serah terima penegerian Fakultas Tarbiyah Purwokerto sekaligus penggabungannya dengan IAIN Sunan Kalijaga dilakukan pada 3 Nopember 1964. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Al-Djami’ah Sunan Kalijaga Purwokerto resmi menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Purwokerto. Selanjutnya, atas dasar pertimbangan geografis dan efisiensi pembinaan teknis kewilayahan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 385 Tahun 1993, Nomor 394 Tahun 1993, dan Nomor 408 Tahun 1993, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Purwokerto dilim­pahkan dari IAIN Sunan Kalijaga Yogya­karta kepada IAIN Walisongo Semarang. Serah terima pengindukan dari IAIN Sunan Kalijaga kepada IAIN Walisongo itu baru bisa dilaksanakan pada 13 Desember 1994. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Purwokerto berubah menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Purwokerto. Kemudian, dengan Keputusan Pre­siden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri pada 21 Maret 1997, maka Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Purwokerto menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwo­kerto, sebagai perguruan tinggi yang mandiri untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas. Perubahan status dari Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Purwokerto menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto ini memberi otonomi yang besar dan peluang yang banyak untuk me­ngembangkan potensi yang dimiliki STAIN Purwokerto sesuai dengan ke­butuhan masya­rakat dan potensi civitas aka­demika, dengan cara mem­buka Ju­rusan dan Program Studi baru, serta melakukan pe­nyempurnaan ku­rikulum dan me­lakukan reformasi dalam berbagai aspek. Pada tahun 2012 STAIN Purwokerto membuka Pascasarjana Strata 2 (S-2) yaitu Program Studi Hukum Ekonomi Syari`ah (HES) dan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 164 Tahun 2014 tentang Izin Penyelenggaraan Prodi, STAIN membuka program studi untuk Strata I (S.I) yaitu program studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) dan Manajemen Dakwah (MD). Pada tahun 2014, status STAIN Purwokerto berubah dari SEKOLAH TINGGI menjadi INSTITUT. Perubahan status ini ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 139 tahun 2014. Seiring dengan alih status menjadi IAIN, terjadi penambahan 10 (sepuluh) program studi strata satu (S-1) baru berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 547 Tahun 2015 dan 6 program studi jenjang pascasarjana strata dua (S-2). IAIN Purwokerto mengelola 21 prodi S-1, 6 prodi S-2, dan 1 program Doktor (S-3) Studi Islam Interdisipliner. Lalu pada tahun 2021, status IAIN Purwokerto juga berubah dari INSTITUT menjadi UNIVERSITAS. Perubahan status ini ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 41 tahun 2021 tentang Perubahan IAIN Purwokerto menjadi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri pada tanggal 11 Mei 2021.
Lihat Kampus Lainnya

Yuk ikuti Tes Potensi di Maukuliah.id

Banyak tes yang bisa kamu ikuti untuk mengetahui potensi dirimu. Yuk, ikuti tesnya!
Mulai Tes Sekarang
Menu
Profil
Riwayat